Pandangan ini disampaikan dalam peringatan Hari Perumahan Nasional (Hapernas) XVII oleh Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, pada hari Selasa, 26 Agustus 2025. Ia menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen mempercepat pemenuhan kebutuhan perumahan nasional, sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.
Tantangan Backlog Perumahan
Sektor perumahan menghadapi tantangan backlog yang signifikan—kekurangan pasokan rumah mencapai 9,9 juta unit. Oleh karena itu, pemerintah fokus mendorong inovasi dan terobosan untuk mengejar ketertinggalan ini.
FLPP Sebagai Skema Andalan
Skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) menjadi tulang punggung pemerintah dalam mengatasi backlog tersebut. Maruarar Sirait menegaskan tidak ada konsep lain yang lebih baik dari FLPP hingga saat ini, dan ia terbuka menerima masukan jika ada alternatif yang lebih unggul.
Penambahan Kuota dan Insentif Fiskal
Pemerintah telah menyetujui penambahan kuota FLPP menjadi 350.000 unit. Untuk memperkuat daya serap program, juga diberlakukan berbagai insentif fiskal seperti:
‑ Pembebasan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB)
‑ Pembebasan PBG (Pajak/Biaya tertentu yang terkait perizinan)
‑ Pajak Pertambahan Nilai (PPN) ditanggung pemerintah hingga akhir tahun.
Fondasi Program Warisan
Maruarar Sirait menyatakan bahwa banyak program efektif seperti FLPP, Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS), serta pembangunan prasarana, sarana, dan utilitas (PSU), merupakan program yang dirintis pada era pemerintahan sebelumnya—khususnya oleh Suharso Monoarfa semasa era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Ia menyatakan solidaritas dalam melanjutkan dan memperkuat kebijakan tersebut.
Apresiasi untuk Pemangku Kepentingan
Sebagai bentuk penguatan kolaborasi, dalam momentum Hapernas XVII 2025, Kementerian PKP memberikan apresiasi kepada tokoh dan mitra strategis yang berjasa dalam pembangunan perumahan rakyat. Di antaranya adalah Suharso Monoarfa dan Hashim Djojohadikusumo, serta berbagai kementerian/lembaga dan kepala daerah pendukung program.
Baca Juga: Cetak Gol Kebangkitan Barcelona, Pedri Puji Yamal dan Kritik Keputusan Penalti