Ringkasan Inti
-
Organisasi permainan yang belum solid
-
Lemos menilai, kekalahan 1–3 dari Borneo FC bukan semata karena pengalaman, tapi juga disebabkan oleh struktur permainan yang rapuh—terutama saat tertinggal. Ia menyoroti, pemain sayap Persijap tidak melakukan tracking terhadap bek sayap lawan, sehingga dipertanyakan disiplin organisasi tim di lapangan.
-
Ia menekankan pentingnya kedisiplinan agar setiap pemain berada dalam posisi yang tepat—terutama saat bertahan—dan menegaskan bahwa tim masih memiliki ruang besar untuk berkembang.
-
-
Mentalitas juang yang perlu diperbaiki
-
Lemos menyayangkan reaksi anak asuhnya setelah kebobolan gol pertama pada menit ke-26. Padahal, masih ada banyak waktu untuk mengejar ketertinggalan. Ia menilai para pemain terlalu emosional dan kehilangan fokus, bukannya mempertahankan organisasi permainan.
-
Ia menegaskan bahwa Persijap membutuhkan mentalitas untuk terus berjuang saat tertinggal dan tidak menyerah begitu saja.
-
Context & Detail Tambahan
-
Kekalahan terjadi di Stadion Segiri, Samarinda pada Minggu, 24 Agustus 2025, saat menghadapi Borneo FC, dalam laga pekan ketiga BRI Super League 2025/2026.
-
Mário Lemos, pelatih asal Portugal itu, menyampaikan dua aspek penting yang harus segera diperbaiki: organisasi permainan dan mentalitas juang tim.
-
Bola.com menambahkan bahwa setelah kekalahan ini, Persijap berada di peringkat ke-8 klasemen sementara dengan 4 poin dari 3 laga, dan akan menghadapi Arema FC pada pekan keempat di Jepara pada 30 Agustus 2025.
-
Selain sorotan pada dua PR utama, Lemos juga memuji pelatih Borneo FC, Fabio Lefundes—ia menilai tim tamu bermain lebih efektif dan memiliki skuat berpengalaman yang jelas menonjol.
-
Dalam wawancara lainnya, Lemos juga menyebutkan bahwa timnya “kurang fokus” di babak kedua dan kurang disiplin dalam menjaga posisi. Ia mencatat tiga faktor evaluasi: pengalaman, disiplin, dan fokus saat bertahan.
Ringkasan Visual
Kategori | Penjelasan Singkat |
---|---|
Masalah Utama 1 | Organisasi permainan tidak terstruktur, disiplin pemain di lapangan rendah. |
Masalah Utama 2 | Mentalitas rendah; terlalu emosional dan menyerah saat tertinggal. |
Konteks Kekalahan | Laga vs Borneo FC, 24 Agustus 2025, skor 1–3. |
Evaluasi Tambahan | Disiplin, fokus, dan pengalaman juga disebut beban utama kekalahan tim. |
Laga Berikutnya | Melawan Arema FC di Jepara pada 30 Agustus 2025. |
Baca Juga: Pemerintah Akselerasi Program 3 Juta Rumah Lewat Penguatan FLPP